Monster Yang Hidup di Galaksi Besar

Ada monster mengintip di luar angkasa, nama monster itu Lubang Hitam. Apapun yang ada di dekatnya akan ditarik dengan tenaga yang kuat dan tidak akan punya kesempatan untuk lolos. Monster ini akan melahapnya!.

Galaksi-galaksi yang memiliki lubang hitam di pusatnya ditandai oleh warna merah. Kredit : CFHT/IAP/Terapix/CNRS/ESO

Ia melahap apa saja, bahkan cahaya – yang paling cepat di alam semesta. Cahaya pun tidak akan bisa lolos dari monster ini. Inilah mengapa si lubang hitam ini hitam. Tapi yang harus diingat, lubang hitam itu bukan sebuah lubang dan bukanlah sesuatu yang kosong. Lubang hitam sebenarnya diisi oleh banyak sekali materi yang memenuhi daerah yang sangat kecil.

Tapi astronom tahu kalau ada juga lubang hitam raksasa dan mereka ini hidup di pusat sebagian besar galaksi termasuk di galaksi kita sendiri yaitu Bima Sakti! Monster raksasa ini disebut juga “Lubang Hitam Super Masif”. Jangan panik: Bumi dan seluruh Tata Surya berada jauh sekali sehingga tidak akan berada dalam bahaya yang dipengaruhi oleh lubang hitam super masif di pusat Bima Sakti.

Sebagian dari lubang hitam super masif tidak memiliki materi di dekatnya untuk dilahap. Tapi sebagian lainnya memiliki sajian lengkap dari benda-benda kosmik dalam jangkauannya untuk disantap. Nah, si lubang hitam yang sedang makan jauh lebih mudah ditemukan di alam semesta, karena materi yang akan dilahap itu bersinar terang sebelum ia kemudian menghilang selamanya dalam mulut monster itu. Galaksi yang memiliki lubang hitam super masif dalam foto di atas di beri tanda warna merah.

Para astronom bercita-cita untuk menemukan sebagian besar monster yang sedang makan di pusat galaksi ukuran menengah. Tapi dalam pengamatan terbaru diperlihatkan kalau monster tersebut kebanyakan berada di pusat galaksi yang lebih besar 20 kali dari yang diharapkan para astrnom.

Penemuan mengejutkan ini berarti para astronom harus kembali berhitung di papan tulis untuk mencari tahu kenapa prediksi mereka salah. Kadang para astronom pun tidak langsung mendapatkan jawaban yang tepat pada awalnya! Tapi itulah yang namanya penelitian, bukti baru akan membawa para astronom meninjau kembali teori yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s