Mendikbud Beri Sanksi Universitas Negeri yang Terlibat Korupsi

Mendikbud Beri Sanksi Universitas Negeri yang Terlibat Korupsi

JAKARTA: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengungkapkan pihaknya siap memberikan sanksi kepada sejumlah universitas negeri apabila nantinya terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan yang juga melibatkan mantan Bendaraha Umum Partai Demokrat M Nazaruddin.

“Tentu setiap orang yg melakukaan penyimpangan tentu akan ada sanksi mulai dari administratif sampai dengan sanksi yang terkait penyimpangan itu,” kata M Nuh, seusai mendatangani kerja sama antikorupsi dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (9/3).

Menurutnya, pihaknya memberi kepercayaan penuh kepada lembaga penegak hukum yang ada, baik itu kejaksaan, KPK, maupun kepolisian, untuk memproses kasus yang terjadi di institusinya tersebut. Nuh mengatakan pihaknya juga tengah melakukan penyidikan internal.

Namun, terkait tindakan apa yang akan diambilnya, mantan rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) itu mengatakan masih akan mengunggu hasil audit yang dilakukan BPK dan BPKP.

“Monggo, silakan proses jalan terus saya tidak akan ikut campur melakukan intervensi apa pun kalau ada staf kita yang terlibat,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua KPK Abraham Samad mengatakan penanganan penyelidikan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan alat laboratorium masih terus dilakukan. Penyidiknya masih terus mengusut proyek di lima universitas, seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sriwijaya (Palembang), Universitas Jenderal Soedirman (Purwokerto), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Banten), dan Universitas Malang.

“Teman-teman penyidik masih mengembangkan kasus-kasus tersebut,” ujar Abraham.

Dalam kasus ini mantan Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah sempat mengatakan kalau pihaknya telah menaikkan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. Sayangnya, ia enggan untuk mengungkapkan siapa yang ditetapkan sebagai tersangka.

Mantan pengacara itu hanya mengatakan lebih baik hal itu ditanyakan kepada pimpinan KPK yang baru. Namun hingga kini tidak satu pun pimpinan KPK jilid III bersedia membeberkan siapa tersangkanya. (*/OL-10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s